Tips Mencegah Acute Mountain Sickness

posted in: China, Nepal, Random Stories | 1

Kamu akan pergi ke suatu tempat dengan ketinggian di atas 2.500m? Perhatikan gejala dan tips mencegah acute mountain sickness di sini.

Pernah dengar tentang Acute Mountain Sickness ini? Disebut juga dengan altitude sickness, penyakit ini biasanya dirasakan di tempat dengan ketinggian di atas 2.500m. Umumnya gejala yang dirasakan cepat lelah, pusing atau sakit kepala, sesak napas, tidak bisa tidur, dan mual.

Buat kamu yang ingin pergi ke suatu tempat dengan ketinggian di atas 2.500m seperti saat trekking ke Everest Base Camp. Dan sedikit ragu atau takut mengenai AMS, jangan khawatir. Infonya acute mountain sickness ini bisa dihindari koq.

Yuks simak beberapa tips untuk pencegahan acute mountain sickness:

acute mountain sickness bisa terjadi di ketinggian ini
Everest Base Camp

Aklimatisasi

Kalau kamu sedang menuju ke suatu tempat dan ada opsi untuk lewat jalan darat, usahakan untuk pilih lewat darat. Jika trekking dari ketinggian yang lebih rendah menuju tempat yang lebih tinggi, berjalanlah dengan kecepatan yang stabil. Usahakan untuk tidak jalan terburu-buru. Sehingga badan akan punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian selama perjalanan. Jadi tubuh tidak terlalu kaget dengan perbedaan ketinggian yang drastis.

Istirahat & jangan beraktivitas terlalu berat

Kalau sudah sampai di tempat yang dituju, sediakan waktu untuk beristirahat. Usahakan jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat seperti berlari, dan melompat. Sebagus apapun pemandangannya dan berbagai macam pose photo yang kamu pengen coba 😀 Dijamin, untuk napas aja susah kalau udah di tempat tinggi karena kadar oksigen yang tipis 😅.

Perbanyak konsumsi cairan

Dipercaya, banyak minum air putih dapat membantu untuk menghindari AMS. Buat kamu yang tidak suka minum air putih, mungkin bisa konsumsi ginger tea atau teh plus madu. Hindari juga konsumsi alcohol dan merokok.

Konsumsi karbohidrat

Salah satu antisipasi acute mountain sickness bisa dengan menambah asupan karbohidrat. Da juga dengan mengurangi lemak & protein yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Cokelat atau biscuit juga bisa kamu siapkan sebagai bekal perjalanan. Makanan ini bisa sebagai camilan dan penambah tenaga.

Konsumsi obat acute mountain sickness

Umumnya untuk gejala ringan altitude mountain sickness bisa diatasi dengan minum obat sakit kepala atau obat anti mual. Kamu juga bisa konsumsi obat seperti Diamox. Biasanya obat ini diminum satu atau dua hari sebelum kita sampai di tempat tujuan.

Diamox banyak dijual di apotek di tempat-tempat dengan ketinggian. Untuk di Indonesia sendiri, bisa cari obat yang mengandung acetazolamide. Untuk lebih amannya, kamu bisa konsultasi ke dokter untuk menanyakan obat yang perlu disiapkan & dibawa.

Sedia oxygen can

Untuk tips mencegah acute mountain sickness lainnya, kamu bisa sedia oxygen dalam bentuk kaleng. Oxygen can ini mudah di dapat di tempat-tempat dengan ketinggian di atas 2.500m. Jika kamu ikut travel/tour, biasanya ada beberapa yang sudah menyediakan ini bagi peserta.

Hindari mandi & cuci rambut di hari pertama

Jika kamu berkunjung ke dataran tinggi seperti Tibet, biasanya pihak agency akan menyarankan untuk tidak mandi dulu di hari pertama atau kedua untuk menghindari flu. Juga untuk memberikan waktu agar badan bisa beradaptasi dengan ketinggian baru. Jangan khawatir, karena daerah tinggi, kan dingin jadi tidak terlalu berkeringat yah 😊.

Tips:

Kalau kamu merasakan gejala ringan, wajib untuk istirahat dan tunda ke tempat yang lebih tinggi sampai pulih. Atau kamu bisa mengkonsumsi obat. Jika setelah minum obat gejalanya tidak juga membaik, info ke teman. Atau cari bantuan ke klinik atau RS setempat. Jika semakin parah, kembali turun ke tempat yang lebih rendah.

Selama kamu punya informasi dan persiapan yang cukup, tidak usah khawatir untuk pergi ke dataran tinggi. Pelajari tentang gejala, tips, dan obat untuk menghindari acute mountain sickness. Perhatikan dengan baik kondisi badan selama perjalanan. Karena kamu yang bisa tahu & merasakan kondisi badan sendiri.

Jadi, sudah ada rencana pergi ke tempat dataran tinggi? Atau mau coba merasakan traveling ke tempat dengan ketinggian di atas 2.500m?

~ tulisan di atas berdasarkan pengalaman pribadi saya ke tempat-tempat dengan tinggi, info dari pihak terkait dan beberapa artikel di internet ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *