Annapurna Base Camp bagi pemula, bisa banget!

posted in: Nepal | 29
Annapurna Base Camp
Annapurna Base Camp

Buat kamu para pendaki gunung dan/atau pecinta alam, trekking atau mendaki gunung pasti  biasanya rutin dilakukan, ya tidak? Nah, gimana kalo trekking dilakukan oleh orang yang tidak biasa mendaki gunung dan anak kota kek saya (ngaku-ngaku sih πŸ˜‚)

Sebagai negara yang memiliki beberapa gunung tertinggi di dunia, diantaranya Mt. Everest (8.848mdpl, gunung tertinggi di dunia), Kangchenjunga (8.586 mdpl, ke-3 tertinggi di dunia), dan Annapurna (8.091 mdpl, ke-10 tertinggi di dunia), Nepal merupakan negara yang wajib didatangi pendaki gunung dan pecinta alam dari seluruh dunia paling ‘ga sekali seumur hidup. Begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan, mulai dari β€˜day hiking tour’, climbing yang membutuhkan dana sangat besar seperti Mt. Everest Climbing, atau trekking dengan begitu banyak rute dan tujuan.

Mulai dari rute trekking yang  β€˜easy’ seperti Poon Hill, dan type moderate dan yang sangat popular,  yaitu Annapurna Base Camp (ABC) Trek. Hingga yang lebih berat dan menantang  seperti Everest Base Camp Trek. Dan masih banyak rute trekking lainnya di seluruh penjuru Nepal (pengen rasanya pindah ke sana ajah πŸ˜…)

Buat kamu yang tidak biasa atau tidak punya pengalaman mendaki gunung tapi mau nyoba Annapurna Base Camp Trek, berikut beberapa info yang mungkin bisa berguna :

^ Sebelum trekking ^

1. Riset / survey

Kalau kamu mau pakai guide dan porter dari agency lokal, disarankan untuk survey dan cari rekomendasi dari pihak yang sudah pernah pakai jasa agency tersebut. Coba cari beberapa referensi, jadi kamu bisa bandingkan service, fasilitas & harga yang mereka tawarkan. Berdasarkan pengalaman, dapat guide dan porter yang cocok sangat berguna banget. Selain membantu kita selama  trekking, mereka juga bisa jadi teman ngobrol dan kasih motivasi ke kita. Setelah dapat rekomendasi yang cocok, kamu bisa langsung contact mereka dan berkomunikasi melalui email atau media lainnya.

Alternatif lainnya  kalau kamu sampai di Nepal, bisa tanya-tanya dan cari info ke guide atau porter langsung. Sewaktu saya trekking di jalur ini, saya banyak ketemu pendaki yang hanya ditemani porter merangkap guide dan banyak juga trekkers yang jalan sendiri tanpa porter/guide (banyaknya sih bule-bule).

2. Persiapan Perlengkapan & Fisik

Setelah mendapatkan local tour yang cocok, kamu bisa melakukan komunikasi melalui email mengenai semua hal seperti jadwal trekking, persiapan yang harus dilakukan, dan perlengkapan yang diperlukan. Mereka akan kasih jadwal mulai  hari pertama saat penjemputan sampai pengantaran pulang. Mereka juga akan kasih daftar peralatan yang diperlukan. Diantara perlengkapan yang diperlukan, agency akan info apa saja yang disediakan mereka dan apa yang harus kita bawa sendiri. Kalau kamu tidak mau repot bawa-bawa perlengkapan trekking dari rumah, banyak sih tempat penyewaan peralatan trekking di Thamel, Kathmandu. Kalau kamu  sewa, sediakan waktu lebih yah untuk hunting peralatan tadi waktu nyampe sana.

Untuk persiapan fisik disarankan latihan rutin seperti jogging, jalan pagi, sepedaan, atau renang mulai dari 3 bulan sebelumnya. Berdasarkan pengalaman, latihan naik turun tangga juga berguna banget. Karena rute ABC Trek ini banyak ketemu jalur berupa tangga dan kita akan trekking naik turun bukit dan gunung yang banyak (jadi tidak hanya satu gunung dengan rute mendaki terus seperti umumnya). Mayan bikin dengkul meronta sih πŸ˜…

3. Beli Asuransi Perjalanan

Ini termasuk wajib untuk beli asuransi perjalanan kalau mau trekking di Nepal. Dengan kondisi udara dingin dan ketinggian di atas 2ribuan meter, kadar oksigen akan semakin menipis. Jadi trekkers berpotensi terkena AMS (altitude mountain sickness). Asuransi berguna kalau kamu terkena AMS dan dalam keadaan darurat lainnya yang mengharuskan kamu dievakuasi dari ketinggian menggunakan helicopter. Denger-denger sih kalau tidak punya asuransi bayarnya bisa bikin jantungan πŸ˜…

Rute ABC Trek

Yang perlu disiapkan dan dibawa:

Selain peralatan dan perlengkapan trekking, berikut beberapa hal penting yang perlu disiapkan:

* Obat-obatan pribadi

Jangan lupa bawa obat-obat yang biasa kamu konsumsi seperti obat flu, batuk, diare, dan lainnya sesuai kebutuhan. Biasanya sih guide akan sedia p3k dan tea house (tea house ini semacam homestay) juga ada yang  jual obat-obatan. Tapi tidak begitu lengkap dan belum tentu cocok dengan kita. Lebih baik β€˜sedia payung sebelum hujan’ kan? πŸ˜Š

* Makanan & camilan

Untuk jaga-jaga kalau kamu tidak cocok dengan makanan di sana, kamu bisa bawa makanan kering seperti kering kentang, rendang, teri kacang, abon, dan pendamping seperti bon cabe, saus sambal/tomat. Cokelat dan biscuit juga perlu dibawa karena berguna banget kalau pas kamu trekking trus berasa lapar tapi belum waktunya makan siang. Cokelat, biskuit, dan makanan manis lainnya juga katanya merupakan obat untuk mencegah AMS selain banyak minum air putih. Sebenarnya kamu bisa beli tea house sepanjang jalur trekking. Tapi semakin tinggi letak tea house, harga-harga juga akan semakin mahal.

* Bottle refill / Termos

Baiknya banget nih kamu bawa botol minuman yang bisa refill jadi bisa mengurangi sampah plastik kalau pas beli minum. Boleh juga bawa termos air panas untuk nyimpan air minum tetap hangat di malam hari.

* Kamera, charger, dll

view yang ditawarkan di ABC Trek

Nah ini kan trekking naik turun gunung yang banyak banget,  jangan berasumsi kamu tidak bisa photo-photo yah 😁 Kalau kamu trekking ke Annapurna Base Camp Trek, dijamin bakalan pengen berhenti sering-sering untuk photo-photo. Karena pemandangannya super wooowww dan bikin speechless (selain speechless kecapekan juga sih 😬). Tapi jangan kelamaan juga photo-photonya yah karena harus mempertimbangkan waktu untuk sampai di tea house berikutnya biar tidak kemalaman.

Untuk charger kamera, power bank, dan handphone boleh bawa cadangan yah, karena di kamar tea house tidak ada colokan listrik. Jadi tempat charger numpang di common area/dining room gitu.

* Topi, kacamata, masker

Koq bawa topi? Kan di gunung udaranya dingin? Jangan salah, di gunung emang udaranya dingin. Tapi karena tempatnya tinggi, paparan sinar matahari juga lebih kerasa dibandingkan dengan dataran rendah. Masker sendiri bisa ngelindungi wajah dari angin.

^ Selama trekking ^

Beberapa hal yang mungkin kamu perlu tahu selama trekking : 

a. Penginapan & Makanan

contoh penginapan selama trekking

Buat yang tidak biasa mendaki gunung dengan banyak pertimbangan (seperti tidak mau tidur di tenda, males ribet masak, atau susah toilet, dll), tenang aajaaaaa, karena trekking di Nepal ini  nyaman banget koq. Sepanjang jalur trekking ada beberapa desa dan tempat pemberhentian yang terdiri dari berbagai macam tea house. Di malam hari, kita akan beristirahat di kamar dengan dipan+kasur. Untuk kamar mandi emang tidak ada di tiap kamar, jadi semacam shared bathroom gitu.

Untuk makan pun kamu tidak harus repot masak. Selama trekking kamu akan berhenti di tea house untuk makan siang dan makan malam di tea house tempat menginap. Semua makanan disediakan fresh dan hangat, karena baru dimasak saat kamu pesan.

Untuk info aja, harga penginapan, makanan, air panas untuk mandi, dan sewa untuk mencharge alat elektronik, semakin tinggi tempatnya akan semakin mahal. Ini dikarenakan tidak ada transportasi ke atas selain keledai atau kuda. Bahkan, mulai ketinggian tertentu di Annapurna Base Camp Trek ini hewan tidak boleh lewat karena mereka mengganggap area tersebut tempat suci. Jadi barang-barang hanya bisa dibawa oleh porter (kebayang kan bawa-bawa barang naik turun gunung πŸ˜“)

b. Kondisi tubuh

Buat yang trekking ke ABC (dan tempat ketinggian lainnya dengan ketinggian lebih dari 2ribuan meter), biasanya akan ngalamin kepala pusing, sakit kepala, lelah, susah tidur, bahkan mual dan muntah. Ini merupakan tanda-tanda ams dan biasa dirasakan di tempat dengan ketinggian beberapa ribu meter. Jadi, perhatikan banget tanda-tanda dan kondisi badan kamu yah. Kalau ngerasa pusing atau sakit kepala, info ke porter/guide kamu dan coba minum obat. Biasanya kalau ams-nya ringan akan hilang setelah mengkonsumsi obat. Kalau tidak hilang juga dan sampai mual dan muntah, biasanya porter/guide akan bawa kamu turun ke tempat yang lebih rendah  untuk menghindari serangan ams yang lebih parah.

Tips lainnya

Katanya nih bagi yang baru pertama datang ke suatu tempat dengan ketinggian diatas 2ribuan meter disarankan untuk tidak mandi & keramas di 2 hari pertama. Ini dipercaya untuk kasih waktu ke badan kita untuk proses aklimatisasi. Juga supaya badan kita tidak kaget oleh perubahan suhu yang bisa mengakibatkan sakit atau ams. Selain itu, kamu juga sangat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat seperti lari-lari dan lompat-lompat.

Oh iya, perlu juga diperhatikan nih. Kalau di jalur trekking ketemu dengan porter atau hewan (kuda atau keledai) yang membawa barang, beri jalan dulu untuk mereka yah. Kalau papasan dengan hewan sebaiknya kamu menunggu di sisi yang dalam, bukan di pinggir lembah/jurang untuk menghindari kesenggol dan jatuh.

ABC Trek ini umumnya perlu waktu 10 hari mulai dari kedatangan di Kathmandu hingga kepulangan. Dan untuk waktu trek-nya sendiri sekitar 7 hari (berbeda-beda tergantung rute yang dijadwalkan/dibuat dari setiap agency). Ada lagi yang lebih panjang waktunya dengan rute yang lebih menantang. Untuk waktu trekkingnya sendiri biasanya dimulai jam 08.00 pagi setelah sarapan selama 5-8 jam setiap harinya, tergantung dari kecepatan kita sebagai pendaki.

Sooooo, buat kamu yang pengen nyoba Annapurna Base Camp Trek, go ahead. Banyak info, tips & trik lainnya di internet untuk bahan referensi kamu. Jadi jangan bosan riset, baca, dan tentu persiapkan semua dengan baik yah. It really is one of the experiences you need to do. Go to the mountain, feel the cold and fresh air!Β 

yuk, ikutin keseruan sewaktu trekking ke Annapurna Base Camp di πŸ‘‰ https://travel4soul.id/2019/08/07/lost-in-himalaya-part-1/ πŸ‘ˆ dan di πŸ‘‰ https://travel4soul.id/2019/08/08/lost-in-himalaya-part-2/ πŸ‘ˆ

29 Responses

    • Desi Tri

      betul mbaa.. bisa jadi pengalaman unik & tak terlupakan ☺️

  1. Vicky Cahyagi

    Tips yang bermanfaat buat pendaki pemula. Tapi baiknya tetap didampingi senior yang lebih paham dan mengetahui adat istiadat di sana…

    • Desi Tri

      betul mas… bisa juga pakai guide atau porter.. mereka semua baik2 krn hidup mereka tergantung dari para trekkers.

  2. demia

    waa terima kasih untuk sharing dan tips nya yaaa, akhir akhir ini lagi seneng banget liatin youtube para pendaki dan sempet pengen coba mendaki juga hehehe

  3. Mechta

    Waah..pemandangannya pasti indah dari atas sana ya..tapi, untuk mencapainya tentu perlu perjuangan yg cukup berat juga. Hehe.. Thx untuk tips2 nya yaa..

    • Desi Tri

      lumayan sih mba untuk fisik.. tapi dibawa enjoy n seru ajaah.. view nya juga keceh banget hehehee

      • Maria tanjung

        Waaa…. aku masih trauma mendaki gunung. Walaupun masih setaraf gunung bromo, tapi aku udh ngos-ngosan. Duh kalau inget pengalaman naik puncaknya Bromo aku jadi agak agak trauma gitu. Tapi baca tulisan kakak serasa ikutan mendaki gunung juga

        • Desi Tri

          hehee mungkin benar kata pepatah yah, bisa karena biasa mba πŸ™‚

  4. Mei

    wah aku ke sini tahun 2016 akhir dan 2017 jaid kangen ke sana lagi, semoga pandeminya segera berakhir jadi bisa pergi ke sana dengan aman dan nyaman lagi, ayo ka barengan kalau mau ke sana lagi

    • Desi Tri

      waaahh kerenn… udah 2x mbaaa.. eh sama, saya 2017 jg k sini.. EBC wajib nih dicoba hehee

      Insya Allah, semoga ada rejeki dan waktunya yah yuks πŸ˜‡

  5. Atin Nuratikah

    Informasi bermanfaat buat yang mau cari referensi pendakian ya. Penulis hobi daki-daki kek nya. Aku mah belum pernah sekalipun. Saluut buat orang-orang yang begini. Fisiknya kuat sekali untuk jalan-jalan panjang dan lama.

    View gunung emang keren ya. Sumpah, cakep banget.

    • Desi Tri

      hahaaa engga hobi juga mbaa πŸ˜… soalnya males mikirin k toilet kalo ke gunung, jadi nyari yg nyaman hehhee

      pemandangan emang juara

  6. Sulis

    Wah kalau mendaki gunung ini ternyata persiapannya lebih ektra ya, terutama kesiapan fisiknya. Jadi jauh-jauh hari harus dipersiapkan terlebih dahulu segala kebutuhannya. Saya jadi tertarik juga untuk mendaki gunung. Bisa melihat matahari terbit dari puncak gunung pasti senang sekali…

    • Desi Tri

      waah, pasti keren mba menikmati sunrise di pegunungan. dieng, bromo, ijen boleh mba dicoba ☺️

  7. www.derisafriani.xyz

    Baru tahu kalau mendaki ada asuransinya juga. Kalau di Indonesia ada juga kah? Soalnya baru kali ini nemu infonya. Bermanfaat banget ulasan ini. Apa lagi buat yang suka dan ingin mendaki gunung, khususnya di Nepal ini.

    • Desi Tri

      hai mba, kalau di indonesia sy jg kurang paham, krn blm pernah ke Rinjani, Semeru, dll hehhee

      kalau di Nepal iya mba, krn ketinggian cukup ekstrim, bisa terjadi longsor, dll.

  8. Susindra

    SAya nggak akan kuat di Annapura ini. Panas dan dingin jadi satu. Ya Allaaah…. itu berat banget.
    Saat perubahan musim, di rumah saya juga gitu. Cuaca sangat panas tapi angin kencang yang sangat dingin. Saya selalu ambruk dan sulit untuk sehat. Alergi dingin membuat saya selalu pakai jaket dan bersin-bersin meski cuaca di HP menyatakan 30 derajat.

    MBak Desi HEBAT!

    • Desi Tri

      ahaaa mbaa, karena sudah aklimatisasi sptnya jadi terbiasa. ☺️

  9. Mila Fauzi Amalia

    widihhhh mantabbb amiir nihh, suka gunung sih tapi yang rendah2 ajaaa kalau mendaki ekstrim dijaadikan hobi nggak hehehe, btw kok banyak kasus ya yang habis mendaki kadang nggak balik lagi, itu sih yang bikin khawatir. thankyou tipsnya…

  10. Mila Fauzi Amalia

    widihhhh mantabbb nihh, suka gunung sih tapi yang rendah2 ajaaa kalau mendaki ekstrim dijaadikan hobi nggak hehehe, btw kok banyak kasus ya yang habis mendaki kadang nggak balik lagi, itu sih yang bikin khawatir. thankyou tipsnya…

    • Desi Tri

      memang beda mba trekking di Nepal dan di negara kita tercintah ini. Kalau di sana itu bobo nyaman di kasur hehehe

  11. Mila

    Kak, Nepal itu di mana? Hahah. Efek PSBB jd lupa klo ada benua lain di bumi ini. Asik ya klo bisa camp di sana sekeluarga #ngayaldulu

    • Desi Tri

      ahahaaa tetanggan ama india & china dia mba..masuk asia selatan .
      banyak juga loh ternyata WNI kita di sana

  12. Nurhilmiyah

    Nice info mbak,, subhanallah kl mau trekking ke Annapura, Nepal ini musti prepare fisik juga 3 bulan sbelum berangkat ya… Kali biar ga kaget badannya ya

  13. afrizal

    Terimakasih infonya gan…..saya beberapa naik gunung, sekali menggigil karena tidak ada persiapan alias dadakan waktu itu naik gunung papandayan (garut), dari sana jadi pelajaran….sekali lagi thanks infonya

    • Desi Tri

      waaahh dulu banget pernah jg nih k papandayan hehee.. anak gunung yah mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *