Rute Trekking di Nepal, Mau Coba Yang Mana?

posted in: Random Stories | 0
himalayan range

Ingin melihat langsung Himalaya dari dekat? Kamu wajib mencoba salah satu rute trekking di Nepal berikut ini.

Nepal merupakan negara kecil di Asia Selatan yang dikelilingi oleh dua negara besar, India dan China.  Meskipun negara kecil, Nepal dianugerahi deretan pegunungan Himalaya yang sangat indah. Dari 10 gunung tertinggi di dunia, 8 diantaranya berada di Nepal dengan ketinggian lebih dari 8.000m. Gunung-gunung tersebut diantaranya adalah seperti Everest (8.850m–gunung tertinggi dunia), Kanchenjunga (8.586m, ke-3 tertinggi dunia) , Lhotse (8.516m, ke-4 tertinggi dunia), Manaslu (8.163m, ke-8 tertinggi dunia), dan Annapurna (8.091m, ke-10 tertinggi dunia).

Hal ini menarik travelers dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Nepal. Dan trekking menjadi kegiatan dan tujuan utama travelers di Nepal. Trekking di negara ini sangat menarik karena travelers masih bisa mendapatkan kenyamanan selama trekking. Travelers tidak perlu mendirikan tenda dan memasak sendiri karena banyak tersedia penginapan (tea house) di sepanjang jalur trekking.

Ada banyak rute trekking di Nepal yang bisa travelers coba. Berikut beberapa rute trekking populer di Nepal:

1. Everest Base Camp Trek

trekking di Nepal : Everest Base Camp

Merupakan rute trekking di Nepal yang sangat populer dan ramai. Everest Base Camp (5.364m) menjadi tujuan utama travelers dari seluruh dunia. Jalur ini dikunjungi sekitar 40.000 orang setiap tahunnya. Travelers biasanya menggunakan transportasi udara dari Kathmandu untuk mencapai Lukla, kota pertama untuk memulai trekking. Umumnya travelers memerlukan waktu sekitar 10-12hari untuk menyelesaikan keseluruhan perjalanan ini.

Merupakan rute trekking dengan tingkat kesulitan sedang (medium), di sepanjang trek ini travelers akan disuguhi pemandangan indah puncak-puncak pegunungan Himalaya. Diantaranya adalah Ama Dablam, Pumori, dan Nuptse. Dari Kala Patthar (ketinggian 5.600m), kita bisa melihat puncak Everest dengan sangat jelas. Waktu terbaik untuk trekking di rute ini adalah di bulan Maret-Mei dan Oktober –November. Travelers juga bisa trekking di bulan Desember-Januari jika ingin mencoba trek bersalju.

Sedikit cerita tentang hari bersejarah tiba di Everest Base Camp.

2. Annapurna Base Camp Trek

Annapurna Base Camp

Annapurna Base Camp trek merupakan salah satu rute trekking di Nepal yang populer dengan tingkat kesulitan moderate. Di Annapurna Base Camp (4.130m) kita bisa melihat dari dekat Annapurna I (8.091m). Selain itu kita akan disuguhi pemandangan Macchapuchre (6.993m) atau yang dikenal dengan Fish Tail. Tidak ada yang diijinkan untuk mendaki gunung ini karena dianggap tempat sakral oleh masyarakat Nepal.

Untuk mencapai titik awal rute trekking ini dimulai dari kota Pokhara yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan jeep ke Nayapul atau Siwai.  Travelers akan memulai trekking dari desa ini. Rata-rata travelers membutuhkan waktu sekitar 7-12 hari untuk menyelesaikan rute Annapurna Base Camp.  Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung jalur yang diambil dan kecepatan berjalan dari travelers.

Nah, kalau mau tahu cerita ‘perjuangan’ mencapai Annapurna Base Camp, boleh yah mampir ke : Lost in Himalaya Part-1 dan Lost in Himalaya Part-2

3. Annapurna Circuit Trek

https://www.scenicnepaltreks.com

Annapurna Circuit terletak di Annapurna Region, yang dikunjungi sekitar 100.000 orang setiap tahunnya. Jumlah pengunjung ini merupakan gabungan dari pengunjung di ketiga jalur trek (Annapurna Circuit, Annapuran Base Camp, dan Poon Hill). Membutuhkan waktu sekitar 12-15 hari agara travelers dapat menyelesaikan rute ini. Annapurna Circuit merupakan rute trekking di Nepal dengan tingkat kesulitan medium.

Saat trekking di rute ini, travelers akan melewati puncak gunung tertinggi yaitu Thorong La Pass yang berada di ketinggian 5.416m. Jika travelers memiliki waktu lebih, travelers juga bisa menambahkan rute trekking ke Tilicho Lake, danau yang berada di ketinggian 4.949m.

4. Poon Hill Trek

https://www.lostinthehimalaya.com

Merupakan salah satu rute trekking di Nepal yang bisa dilakukan hampir oelh semua orang. Trek ini memiliki rute yang cukup mudah. Travelers akan disuguhi pemandangan gugusan pegunungan Annapurna dan Dhaulagiri. Poon Hill trek sangat populer dengan pemandangan matahari terbit berlatar belakang gugusan Himalaya. Terdapat view point di Poon Hill (3.210m ) untuk melihat matahari terbit.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari, rute ini sangat direkomendasikan untuk travelers yang ingin melihat Himalaya namun mempunyai waktu yang terbatas.

5. Manaslu Circuit Trek

https://www.scenicnepaltreks.com

Manaslu merupakan gunung tertinggi ke-8 di dunia, yang merupakan rute di Nepal yang cukup sulit. Walaupun Manaslu Circuit trek tidak sepopuler Everest Base Camp, namun jalur ini menawarkan suasana yang lebih tenang dan pengalaman yang berbeda. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan trek ini sekitar 14 hari.

Di rute trekking ini, travelers bisa berkunjung ke Lembah Tsum. Yang dipercaya merupakan lembah tersembunyi di daerah terpencil Himalaya. Penduduk yang tinggal di sini mayoritas beragama Buddha yang dipengaruhi oleh kebudayaan Tibet. Travelers juga akan melewati Larke Pass di ketinggian 5.115m di rute ini.

6. Langtang Valley Trek

https://www.scenicnepaltreks.com

Dikenal juga dengan nama ‘lembah gletser’, jalur ini melewati Taman Nasional Langtang dengan beragam macam flora dan fauna. Diantaranya travelers akan melewati hutan rhododendron, bunga nasional Nepal. Travelers juga akan disuguhi pemandangan air terjun dan pegunungan dengan puncak salju. Merupakan salah satu rute trekking di Nepal dengan tingkat kesulitan moderate. Umumnya travelers membutuhkan waktu sekitar 7-12 hari untuk menyelesaikan trek ini.

Jangan lewatkan untuk menyaksikan matahari terbit di Tserko Ri, ketinggian 5.000m. Travelers dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari deretan Himalaya seperti Dorje Lakpa (6.990m), Langtang Ri (6.370m), dan Langtang Lirung (7.245m). Selain itu, travelers bisa ikut melihat dan merasakan langsung kebudayaan Buddhist Tibet di sepanjang jalur ini.

7. Upper Mustang Trek

(c) https://www.trip.com

Mustang merupakan bekas kerajaan Lo, yang terletak di Lo Manthang, daerah terpencil  di Himalaya Nepal.  Dipercaya sebagai benteng terakhir kebudayaan Tibet, travelers bisa merasakan perjalanan yang sarat dengan kebudayaan dan tradisi Tibet di sepanjang rute trekking ini.

Rute trekking di Nepal ini dimulai dan berakhir di desa Jomson. Dengan tingkat kesulitan moderat dan sulit dibeberapa tempat, diperlukan waktu sekitar 14 hari untuk menyelesaikan rute ini. Jalur ini berada di daerah bayangan hujan gugusan Annapurna dan Dhaulagiri, sehingga memiliki curah hujan yang rendah. Travelers akan disuguhi pemandangan menakjubkan dari Annarpurna, Nilgiri, Dhaulagiri, dan lainnya.

Jadi mau coba rute trekking di Nepal yang mana?

Nah, itu tadi beberapa rute trekking yang populer di Nepal. Masih banyak rute trekking lainnya dengan berbagai karakteristik yang berbeda seperti Mardhi Himal Trek, Kanchenjunga Trek, Makalu Trek, dsb. Jika travelers ingin mencoba trekking di sana, travelers bisa menyesuaikan dengan waktu dan dana yang dimiliki, rute yang ramai atau lebih sepi, dan tingkat kesulitan rute trekking.

Ingin tetap melihat Himalaya tapi tidak mau trekking? Tenang, kamu tetap bisa melihatnya dengan mudah! Cobalah untuk hiking singkat ke beberapa tempat, seperti Nagarkot, di luar Kathmandu Valley. Atau jika traveler berkunjung ke Pokhara, bisa hiking ke Australian Camp dan Sarangkot. Dijamin, kamu akan jatuh cinta dengan Himalaya.

Tentu, akan menjadi pengalaman yang sangat tak terlupakan bisa melihat Himalaya dari jarak sangat dekat. Jadi, mau mencoba rute trekking yang mana nih travelers? Dijamin, bisa ketagihan loh kalau sudah mencoba trekking di sana 😃

Apa Saja Tempat Wisata di Wuhan?

posted in: Random Stories | 29

Selain sebagai sumber pertama wabah Covid-19, apakah traveler tahu mengenai Wuhan? Atau apa saja tempat wisata di Wuhan?

View kota Wuhan / credit: shutterstock

Introduction

Wabah virus corona (Covid-19) pertama kali menyebar di kota Wuhan beberapa waktu yang lalu. Covid-19 kemudian menyebar ke beberapa negara dan dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Sejak saat itu, kota Wuhan banyak disebut di media massa dan media sosial. Mungkin bagi sebagian besar dari kita juga baru mendengar nama kota ini.

Penulis pernah mendengar nama kota ini, walaupun tidak terlalu detail. Kemudian mencoba mencari informasi lebih tentang Wuhan karena ada salah satu teman yang meneruskan pendidikan di Wuhan sejak pertengahan 2019 lalu. Kami beberapa kali membahas tentang kota Wuhan, sehingga penulis berharap untuk bisa berkunjung ke kota ini.

Sekilas Info Tentang Wuhan

Wuhan merupakan ibukota Provinsi Hubei, salah satu provinsi di China. Kota ini merupakan kota terbesar di Prov. Hubei yang terletak di lembah sungai Yangtze. Nama Wuhan sendiri berasal dari nama 3 kota yang tergabung menjadi satu, yaitu Wuchang, Hankou, dan Hanyang. Kota Wuhan terdiri dari 13 distrik.

Ditetapkan sebagai Kota Design oleh UNESCO pada 2017 lalu, Wuhan memiliki sejumlah universitas terkenal. Diantaranya Wuhan University, yang merupakan universitas terbaik ke-3 di China.  Selain itu ada juga Huazhong University of Science and Technology. Tidak salah jika Wuhan menjadi kota tempat banyak pelajar menempuh pendidikan dari seluruh dunia. Dan sejak wabah ini merebak, ternyata banyak mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Wuhan.

Seperti kota-kota besar lainnya di China yang sangat modern, transportasi di Wuhan sangat mengandalkan transportasi umum seperti Wuhan Metro. Per akhir 2019, Wuhan Metro terdiri dari 10 lines.

Tempat Wisata di Wuhan

Kota ini juga merupakan salah satu kota tujuan wisata di China. Walaupun sebelumnya tidak terlalu populer seperti kota-kota besar lainnya seperti Beijing, Shanghai, atau Guilin, ada beberapa tempat wisata populer yang bisa dikunjungi di Wuhan.

Yuks kita lihat beberapa tempat wisata di Wuhan.

Yellow Crane Tower

Tempat wisata di Wuhan yang pertama adalah Yellow Crane Tower. Terletak di atas Snake Hill di dekat Yangtze River, tempat ini dianggap sebagai representasi dari arsitektur Wuhan. Terdiri dari 5 lantai dan memiliki layout yang berbeda di setiap lantai. Dari lt. 5, kita bisa melihat pemandangan Jembatan Sungai Yangtze dan Sungai Yangtze.  

Yangtze River Cruise

(c) google

Saat traveler berkunjung ke Wuhan, jangan lewatkan untuk menikmati salah satu tempat wisata di Wuhan, Yangtze River Cruise. Terdapat dua kali jadwal setiap harinya, siang dan malam. Jika kita pergi di malam hari, kita akan disuguhi pemandangan kota dengan lampu-lampu di sepanjang sungai.

Wuhan Yangtze River Bridge

credit: shutterstock

Jembatan sepanjang 1.670 meter yang terletak di atas Sungai Yangtze ini menjadi salah satu tempat wisata di Wuhan yang cukup populer. Berfungsi sebagai jalan untuk kendaraan bermotor dan kereta, dimana untuk jalur di atas diperuntukan untuk bus dan mobil. Sementara jalur bawah digunakan untuk jalur kereta. Di sini juga terdapat menara pandang dimana wisatawan bisa naik untuk melihat seluruh penjuru kota Wuhan dan Sungai Yangtze dari ketinggian.

East Lake

credit: visitourchina.com

East Lake merupakan tempat wisata di Wuhan yang menawarkan pemandangan indah danau kedua terbesar di daerah urban China. Danau ini terdiri dari beberapa pulau-pulau yang dikelilingi dengan berbagai macam tumbuhan.

Kita bisa melihat berbagai macam jenis burung yang terbang di atas danau. Dari tempat ini, kita juga bisa melihat bunga yang berbeda di setiap musim. Sakura di musim semi, teratai di musim panas, warna merah dan oranye daun-daun saat musim gugur, dan bunga plum blossom di musim dingin.

Wuhan University

Wuhan University (c) google

Wuhan University menjadi salah satu tempat wisata di Wuhan karena memiliki pemandangan indah, terutama saat bunga sakura bermekaran di musim semi. Kita juga bisa melihat dan mengagumi bangunan dengan perpaduan arsitektur China dan barat.

Hubei Provincial Museum

credit: wikipedia

Terletak di dekat East Lake, Hubei Provincial Museum merupakan salah satu museum terbaik China. Museum ini terbagi menjadi tiga bagian ruang pameran: Chime Bells, the Chu Culture, dan Comprehensive.

Begitu Beragam Tempat Wisata di Wuhan Yang Traveler Bisa Kunjungi

Nah itu tadi beberapa tempat tempat wisata di Wuhan yang bisa dikunjungi. Sebenarnya masih ada tempat lain yang bisa dikunjungi di kota ini. Kita bisa mencapai Wuhan dengan berbagai macam transportasi dari kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dll. Selain melalui udara , kita bisa menggunakan kereta atau bus.

Semoga wabah corona di Indonesia dan seluruh dunia bisa segera diatasi dan berakhir 😇. Untuk sekarang, tetap #dirumahaja dulu yah.