The Stone Forest, Ramang-Ramang versi China

posted in: China | 19

Kalau di sini kita mengenal Shilin sebagai camilan yang dijual di mall. Nah, Shilin merupakan nama tempat di China, tepatnya di Provinsi Yunnan. Terletak agak sedikit di luar kota Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan.

The Stone Forest, atau dikenal dengan nama Shilin, merupakan hamparan luas dataran dengan berbagai macam dan ukuran batu kapur yang menjulan dari tanah. Kita dapat melihat batu-batu tersebut tersebar di area seluas 500km2. Tahu Obelix kan? Nah, batu-batunya itu mirip dengan batu yang dibawa-bawa Obelix itu πŸ˜„. Ada yang bilang Stone Forest ini mirip dengan Ramang-ramang di Indonesia. Saya sendiri sih belum pernah ke sana πŸ˜‚.

Ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 2007, menjadikan Stone Forest salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi. Untuk menuju ke Stone Forest, kita bisa naik bus dari Kunming East Bus Station. Jadwal berangkat setiap setengah jam sekali dan akan langsung sampai di area Stone Forest. Bus selalu berjalan tepat waktu.

Untuk jam operasional Stone Forest mulai pukul 08.00 – 18.00, buka setiap hari. Tiket masuk tempat ini sebesar RMB 175 (mihilll…πŸ˜‚) Tapi, sudah jauh-jauh sampai Kunming sayang juga kalau tidak ke sini. Untuk puas berkeliling tempat ini kira-kira kita butuh waktu sekitar 2-3 jam.

Saat itu saya mengunjungi Stone Forest di hari ke-2 kami tiba di Kunming. Dari penginapan kami yang terletak di Jinma Biji Square, kami berjalan kaki menuju ke stasiun subway terdekat, Dongfeng Square Station. Dari situ kami naik subway dan turun di Kunming Eastern Bus Station.

Tiba di Kunming Eastern Bust Station, kami membeli tiket bus yang langsung ke Stone Forest. Untuk membeli tiket bus di sini kami harus menunjukkan identitas diri, passport. Nantinya ada juga pemeriksaan passport dan tiket sebelum masuk ke area tunggu. Setelah membeli tiket, kami langsung menuju ke bus yang sudah terisi. Tidak lama kemudian, bus berangkat langsung tanpa berhenti.

Setelah kira-kira 1,5 jam dan deg-degan nyasar (karena pengumuman semua dalam bahasa China πŸ˜…), akhirnya kami sampai di Shilin Bus Terminal. Dari sini kami membeli tiket untuk masuk ke Stone Forest. Harga tiket sudah termasuk untuk naik electric car sampai di gerbang Stone Forest.

Berada di Stone Forest, kita akan merasa sedang berada di dunia Flintstone. Batu-batu besar dengan berbagai macam bentuk dan ukuran tersebar di mana-mana, membuat kita terlihat kecil. Area Stone Forest dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya Greater & Lesser Stone Forest (dikenal juga dengan Lizijing Stone Forest), Naigu Stone Forest, dan Lake Yue (Moon Lake). Jangan khawatir tersesat, kita dapat menemukan banyak papan petunjuk arah yang tersebar di berbagai tempat.

Kalau berkunjung ke sini, jangan lupa bawa bekal camilan dan minuman yah. Karena kita butuh tenaga untuk keliling tempat luas ini πŸ˜†. Tapi tenang, kalau kelupaan bawa bekal, banyak juga yang menjual makanan dan minuman di sini.

Setelah puas berkeliling, kami keluar dari area Stone Forest. Jalur masuk dan keluar berbeda. Dan kami kembali menaiki electric car untuk sampai di Shilin Bus Terminal. Kami menggunakan subway untuk kembali ke penginapan.

Umumnya tiket masuk tempat wisata di China memang cukup mahal. Tapi, kita akan dimudahkan dengan berbagai macam transportasi dan petunjuk yang tersebar di mana-mana. Jangan khawatir tersesat, bahkan supir taxi akan membantu walaupun kita tidak saling mengerti πŸ˜‚. Pakai bahasa universal, bahasa tarzan pun cukup πŸ˜†.

Saat traveling ke kota-kota di China, saya biasanya selalu bekal print details penginapan (nama, alamat, no. telfon) dan tempat tujuan dalam aksara China. Seringkali ketika menuju penginapan dan tidak bisa berkomunikasi dengan supir taxi, saya hanya menyodorkan kertas print tersebut. Biasanya bapak supir akan inisiatif untuk menelfon ke penginapan untuk menanyakan arah😊.

Banyak yang enggan traveling ke China karena beranggapan China itu jorok. Saya pribadi tidak masalah pergi ke China. Karena China sangat luas, banyak tempat yang bisa dikunjungi. Juga di sana transportasi umum banyak dan mudah dipahami walaupun saya tidak bisa bahasa Mandarin. Orang-orangnya pun banyak yang ramah dan selalu siap membantu walau terkendala bahasa.

Kalaupun ada sedikit kendala, itu jadi tantangan dan keseruan tersendiri. Tentunya, menambah pengalaman dan juga mengasah kemampuan untuk mencari solusi dalam keadaan yang tidak sesuai harapan. Pun selama traveling, semua dibawa enjoy saja. Karena niat traveling kan untuk berlibur. Jadi, nikmati saja semua suka dan dukanya. Iya kaan? 😊

Jadi, kalau traveling ke China, kalian mau kemana?

Liburan ke Nepal, Kemana Aja di Kathmandu Valley?

posted in: Nepal | 0

Apalagi sih hal-hal yang bisa dilakukan di kalau liburan ke Nepal?

Nah, di Liburan ke Nepal Part-1 sudah ada 6 tempat yang bisa dikunjungi. Sekarang lanjut ke tempat-tempat lainnya yang bisa dikunjungi di Kathmandu Valley & sekitarnya saat kamu liburan ke Nepal.

7. Chandragiri

Kalau liburan ke Nepal, kamu harus mencoba naik cable car di Chandragiri. Merupakan suatu kawasan wisata masih dekat dengan Kathmandu. Berjarak sekitar 10km dari Kirtipur (dari Kathmandu sekitar 14km). Untuk tiba di atas, travelers perlu menaiki cable car dari Chandragiri Hill Station. Diperlukan waktu sekitar 15menit untuk sampai di puncak yang berada di ketinggian 2.551 mpdl. Selama perjalanan kita akan bisa melihat pemandangan Kathmandu Valley (jika cuaca cerah πŸ˜†).

ke sini pas lagi berkabut πŸ˜…

Di atas terdapat Bhaleswor Mahadev Temple, yang merupakan tempat ibadah umat Hindu. Selain itu juga terdapat beberapa tempat makan, jadi jangan khawatir jika travelers merasa lapar di sini. Jika cuaca cerah, travelers bisa melihat gugusan pegunungan Himalaya di kejauhan. Karena berada di ketinggian, cuaca di atas cukup dingin dan sewaktu-waktu bisa turun hujan ringan. Sangat disarankan membawa jaket dan payung untuk jaga-jaga jika turun hujan.

Liburan ke Nepal: Bhaleswor Mahadev Temple
Liburan ke Nepal: Bhaleswor Mahadev Temple

8. Bhaktapur Durbar Square

Berkunjunglah ke salah satu Durbar Square lainnya dari tiga Durbar Square di Kathmandu Valley untuk eksplor saat liburan ke Nepal. Berada di kota Bhaktapur, sekitar 13km dari Kathmandu. Juga merupakan salah satu UNESCO World Heritage Site. Bhaktapur Durbar Square terbagi menjadi empat bagian: Durbar Square, Taumadhi Square, Dattatreya Square, dan Pottery Square. Di Bhaktapur Durbar Square, terdapat beberapa tempat utama seperti Nyatapola Temple, Bhairava Nath Temple, Vatsala Temple, Nge Nyapa Jhya Laaykoo (55 window palace), dan lainnya.

Salah satu sudut di Bhaktapur Durbar Square

Sama dengan hampir semua bangunan bersejarah di Nepal, Bhaktapur Durbar Square juga terkena dampak dari gempa besar yang melanda Nepal pada 2015 lalu. Sampai sekarang, masih banyak  terlihat pekerjaan restorasi dan rekonstruksi di area ini.

9. Patan Durbar Square

Durbar Square terakhir yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke Nepal. Berada di Kathmandu Valley, terletak di Lalitpur (Patan). Berjarak sekitar 7km dari Thamel dan memerlukan waktu sekitar 20-30 menit. Patan bisa ditempuh dengan kendaraan umum dan juga taksi. Untuk tarif masuknya sebesar Rps 1000 atau Rp. 128.000.

menikmati sore hari di Patan Durbar Square

10. Golden Temple (Hiranya Varna Mahavihar)

pintu masuk Golden Temple

Golden Temple letaknya tidak jauh dari Patan. Kalau pas ke Patan, jangan lewatkan untuk mampir ke sini juga. Dengan biaya masuk sekitar Npr 50 (IDR 10.000).

11. Nagarkot

cloudy sunrise @ Nagarkot

Nagarkot ini seperti wilayah Puncak atau Lembang kalau di Indonesia. Lokasinya berada di ketinggian dan untuk kesini kita harus lewatin jalan belok-belok dengan bukit di satu sisi dan lembah di sisi lainnya. Bedanya ama jalur Puncak dan Lembang, ke Nagarkot ini rutenya serasa off road karena jalanannya ‘ga mulus macam muka artis-artis drakor πŸ˜…. Biasanya sih kegiatan yang bisa dilakukan di sini trekking untuk menikmati sunrise atau sunset. Kalau tidak mau trekking, pilihlah hotel yang lokasinya menawarkan β€˜sunrise view’.

menikmati cuaca berkabut di Nagarkot πŸ™Š

Nah itu tadi beberapa tempat yang bisa dieksplore sekitaran Kathmandu Valley kalau kamu liburan ke Nepal. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi di Nepal. Di Kathmandu Valley sendiri masih ada Patan Museum, Budhist Stupa Circle dan lainnya.

Untuk di luar Kathmandu Valley ada beberapa pilihan kota tujuan seperti Pokhara, Lumbini, Janakpur, Rara Lake, Chitwan National Park, dan sebagainya. Tidak heran banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Nepal biasanya merasa ingin kembali karena Nepal begitu kaya akan budaya. Juga dengan keramahan dan kehangatan masyarakat setempat dan tempat-tempat eksotis dan menakjubkan lainnya di seluruh Nepal.

Tentu saja, saya pun demikian, sudah ingin kembali dan mengunjungi tempat-tempat lain yang belum sempat didatangi. Semoga saya bisa kembali ke negara ini dan explore beberapa kota lebih banyak. Aminkan yaaahhh πŸ˜‡

Untuk cerita lainnya tentang Nepal, silahkan mampir2 ke : πŸ‘‰ Cerita Soal Nepal πŸ‘ˆ